Launquius AP - 3. Gempa dan Suku Nomadik
Cerita sebelumnya: Raven Rock Village ***** KRAK. Bunyi patah yang terdengar lebih keras daripada gagang tombak yang patah itu membangunkan Marduk. Ia membuka mata sambil tetap berbaring. Telinganya mencoba menangkap suara-suara lain sementara matanya membiasakan dengan kegelapan. Ketiadaan angin dan desau rerumputan mengingatkan Marduk kalau malam ini ia bermalam di sebuah kamar kosong di loteng toko kelontong, bukan di alam liar seperti beberapa malam terakhir. Lantai kayu di bawah alas tidur terasa rata dan keras, tanpa gemersik rerumputan atau daun kering di bawahnya. ... Tapi lantai ini rasanya seperti bergoyang. Sebelum Marduk memutuskan untuk bangkit, Skell lebih dulu beranjak bangun. "Apa ini?" Skell menggerutu dalam bisikan. "Kenapa—ada apa?" Mendengar kata tersebut, Marduk bangkit, menegakkan tubuh. "Tuan juga merasakannya?" tanya Skell. "Hm." Marduk mengangguk sambil berdiri dan mengenakan cawat kain. "Harus keluar." Jika ti...