Postingan

Launquius AP - 0. Prolog

Gambar
  ? Bagaimana awalnya mereka bertemu? -> Capture Legacy => Mereka mengikuti sayembara kerajaan di mana mereka harus menemukan pusaka yang disembunyikan dalam area tertentu (note: di sini saya memutuskan bahwa mereka gagal dalam sayembara dan beralih menjadi freelance adventurer) Skell sudah menyadari sejak awal kalau kecil kemungkinannya ia berhasil menyelesaikan apa yang ditugaskan dalam sayembara. Peserta lain lebih besar, lebih kuat, dan lebih berpengalaman daripada Skell. Banyak di antaranya adalah adventurer veteran, yang mengikuti sayembara ini untuk naik pangkat dari adventurer lepasan atau anggota guild menjadi adventurer kerajaan. Di dalam hutan tempat sayembara dilangsungkan, sementara peserta lain dengan gagah berani memasuki gua dan mengobrak-abrik sarang monster demi mencari pusaka yang disembunyikan sebagai syarat memenangkan sayembara, Skell menyusuri hutan dengan ekstra hati-hati. Sebagai penggembala, Skell tidak asing dengan hutan, meskipun ia lebih banyak ...

Launquius AP - Intro Karakter

Gambar
Di postingan ini, saya akan menjabarkan tentang karakter yang saya buat untuk Solo Play Kronik Launquius, Skell dan Marduk. Seperti apa karakter kita? Kronik Launquius menggunakan Oracle Ultimate Solo RPG Toolkit dan game system Tiny Dungeon 2nd edition. ***** Skell (Human) Konsep: Seorang gembala dari keluarga petani yang memutuskan mencoba menjadi petualang setelah kedua orang tertanya meninggal dan warisan sudah dibagikan pada kakak-kakaknya. Skell mempelajari obat-obatan dan sihir penyembuh sederhana dari seorang druid yang sering singgah ke pondok gembalanya. Family Trade: farmer/shepherd Mastered Weapon: sling shot Belief: Gotta anticipate the "wolves" before they maul us. Traits: Quick Shot You are able to reload a Ranged Weapon and fire it in one Action. Marksman When using the Focus Action, your next attack with a ranged weapon is successful on a Test of 3, 4, 5, or 6. Healer As an Action, you can Test 2d6 to heal a creature other than yourself. If the Test is su...

Let Me Solo This! - Review One Page Solo Engine

Gambar
One Page Solo Engine adalah Oracle pertama yang saya temukan di platform itch.io. Seingat saya, waktu itu masa-masa saya pertama kali berkenalan dengan "solo journaling", setelah saya ikut sumbangsih bundling game untuk Black Lives Matter dan di bundle-nya ada game solo journaling . Dari menelusuri aneka solo journaling , saya kemudian terdampar di halaman One Page Solo Engine. Main tabletop RPG tanpa gamemaster sebetulnya bukan hal yang 100% baru buat saya. Waktu saya mendalami Call of Cthulhu, salah satu modul gratisannya adalah Alone Against the Flames yang bentuknya " choose your own adventure " tapi dengan tambahan lempar dadu, tidak cuma buka halaman sekian kalau pilih aksi apa. One Page Solo Engine adalah pengalaman pertama saya bermain menggunakan Oracle aka "Kerang Ajaib". What Works Well Plot Hook dan Set the Scene Ini dua komponen penting untuk memulai sebuah cerita. Karakter kita lagi disuruh ngapain sih? Saat cerita dimulai, mereka sedang...

Side Quest Mandiri - Dari Player Untuk Player

Gambar
 Jika kalian bukan orang yang baru menemukan blog ini, kalian mungkin ingat beberapa waktu lalu saya menceritakan sebuah eksperimen GMless group play . Bagi yang baru pertama kali berkunjung ke blog ini, selamat datang! TL;DR untuk konteks: saya mengajak dua teman saya untuk mencoba main tabletop RPG, tapi alih-alih dengan gamemaster , kami menyerahkan segalanya pada Oracle aka "Kerang Ajaib". "Kerang Ajaib, apakah ini my--" "BUKAN." Memasuki "season kedua" dari sesi GMless group play , hasil roll "Kerang Ajaib" membuat kami punya side-quest dari sejak sesi pertama. Menjadikan plot (atau sub-plot?) tersebut jadi side-quest adalah keputusan bersama semua pemain. Kami sepakat sub-plot "menyelamatkan kafe lokal dari disita gara-gara hutang" tidak begitu sesuai dengan tema cerita utama dan kami juga lebih ingin mendalami plot lain daripada berkutat menyelamatkan kafe lokal ini selama entah sampai berapa sesi. Karena saya termas...

"Mana Solo Play Yang Kamu Janjikan Itu?" - Sebuah Pembelajaran

Gambar
Beberapa bulan lalu, saat saya menemukan Ultimate Solo RPG Toolkit , saya dengan penuh semangat langsung membuat karakter dan membuat janji kelanjutan kisah para karakter di postingan-postingan berikutnya. Jadi, di mana solo play yang kamu janjikan itu??? Jadi begini ceritanya ............ Saya sudah membuat tiga karakter , lengkap dengan stat mereka masing-masing. Saya sudah membuat backstory mereka, bentuknya cerita pendek , ada di draft postingan Trakteer, tapi ada yang belum selesai, jadi tidak saya rilis. Kalau tidak salah si Cedric yang ceritanya belum selesai. Mereka sudah dapat misi , mereka sudah dikirim masuk dungeon . Dungeon juga sudah dibuat berdasarkan random table (Cedric mati di encounter pertama). Lalu saya berhenti melanjutkan petualangan mereka. Lho??? Kenapa??? Alasan paling pertama adalah saya merasa tidak sreg baru masuk dungeon sudah ada karakter yang mati . Karena game system yang disertakan di Ultimate Solo RPG Toolkit banyak didasarkan Old School Renai...

"Hybrid Digital/Physical" adalah Koentji Menghadapi Mati Lampu

Gambar
Saya pertama kali main Dungeons&Dragons di awal 2010, tapi selalu menyebut diri "Generasi Pandemi" yang mainnya online pakai virtual tabletop (VTT) dan Discord voice chat . Sesi pertama saya dilaksanakan offline , pakai character sheet kertas, battlemap  " do-it-yourself " (DIY) kertas laminasi, dan token miniatur yang juga pakai kertas. Gamemaster saya saat itu memang anaknya DIY gak ribet, yang masih saya jadikan panutan sampai sekarang. Mungkin karena perdananya menggunakan kertas dan pensil, sekarang ini untuk persiapan dan catatan sesi online pun saya selalu pakai catatan di kertas. Suatu hari, saat sedang sesi Icewind Dale: Rime of the Frostmaiden, rumah saya mati lampu. Saya nggak lantas pasang teplok sih pas kejadian Untungnya, hape dan tablet saya masih nyala, jadi sambil ngabarin player via chat Discord, saya gabung ulang voice chat lewat tablet. Salah satu player berinisiatif share screen peta, jadi saya tetap bisa lihat peta. Momen ini adalah sa...

Kremuslah Keripik, Bukan Dadu (Walau Dadunya Mirip Permen)

Gambar
Tempo hari saya impulsif membeli 25 dadu sisi 10. Lima warna, masing-masing warna lima dadu. Buat apaan??? Alasan saya sih buat main 7th Sea offline . Kapan mainnya, itu gimana nanti. Hehe. Ini beneran dadu, bukan biskuit cokelat bentuk dadu Makin dillihat-lihat, 25 dadu ini makin kelihatan kayak ... permen. Dari sana saya jadi kepikiran untuk menulis postingan membahas tentang makanan atau camilan selama sesi game. Saya bukan jenis yang GMing atau main ttrpg sambil makan, tapi dengan satu sesi bisa berlangsung berjam-jam, mulai dari yang 2-3 jam, 4-6 jam, malah ada yang katanya pernah 8 jam sehari, wajar banget kalau main sambil nyemil adalah sesuatu yang umum.  Sebelum dilanjutkan, alasan saya cuma seduh teh atau kopi dan sedia air selama jadi gamemaster adalah karena saya gampang batuk. Kebanyakan keripik, batuk. Kebanyakan bala-bala, batuk. Lanjutannya batuk, bengeknya kumat. Susah mau ngomong kalo bengek kumat. Kembali ke topik. Jadi, apa kiranya makanan yang cocok buat menem...